Golongan Pegiat Khilafah, Mimpi atau Nyata?

Di saat dalam tubuh organisasi pegiat khilafah bercampur "Ahli Bid'ah" dan "Ahli Sunnah", apakah memang benar organisasi tersebut tidak memiliki pendirian terhadap ajarannya? Lantas, kalau tidak punya pendirian dalam ajaran organisasinya, "Lalu apa makna kampanye khilafah?" Saya kira, perlu kritik keras agar terbuka dan jangan sok berkata "Kami menyatukan madzhab" di saat di dalamnya terdapat "Makar". Ini bukan masalah spele (pernah saya diledek oleh pegiat khilafah ketika mengajukan kritik)

Tubuh organisasi pasti punya pedoman: Apakah liberalis ijtihad atau madzhabis ijtihad. Ketika memilih liberalis ijithad, maka hasilnya bisa menganggap "Salah" madzhab lain atau ajaran lain, bisa sampai derajat "Sesat", "Kafir". Ketika memilih salah satu dari 4 madzhab, maka tetap akan menganggap benar madzhabnya dan tetap juga menganggap benar madzhab yang lain.

TRAGIS: orang bermadzhab malah masuk dalam organisasi yang tidak jelas menganut salah satu madzhab hanya kerena iming-iming "Kihafah=Surga". Bukankah 4 madzhab besar bersatu walau ada perbedaan? Sehingga jika organisasi memilih salah satu dari 4 madzhab, maka akan tetap bersatu karena memang sama-sama benar menurut masing-masing madzhab selagi dalam 4 madzhab besar.

Sekarang kita katakan saja, khilafah wajib. Namun kewajiban yang seperti apa bila pembangunan khilafah harus dengan menyatukan seluruh negara-negara dalam bendera Islam? Apakah wajib dalam arti "Formalitas Khilafah" atau "Nilai Khilafah"?

Bila memang wajib dalam arti "Formalitas Khilafah", memang semampu apa menyatukan seluruh umat Islam dalam bendera khilafah ketika banyak sekali ajaran-ajaran yang saling menganggap sesat. kafir?

Dan bila memang mampu, khalifah siapa yang berhak menempati khilafah sedangkan berbagai golongan saling menyesatkan?

Bila khilafah didirikan, apakah akan muncul permusuhan baru yang justru lebih besar karena diduduki oleh kholifah dari golongan sesat, ahli bid'ah, semizal golongan Mutazilah?

Apakah hukum bunuh-membunuh akan bertebaran dimana-mana karena dipimpin oleh golongan yang menganggap golongan lain adalah sesat, kafir?

Ketika Mu'tazilah berkuasa di dalam tubuh Dinasti Abbasiyah, terjadi hukuman pada imam Ahmad Bin Hambal. Imam Ahmad berjuang membela ajarannya bahwa Al-Qur'an bukan makhluk. Hampir saja mati dihukum.

Sekarang, siapa coba yang merasa dirinya yang benar dan orang lain salah sampai derajat "KAFIR", darahnya halal? Apakah kalau "khilafah" didirikan oleh orang yang mudah mengkafirkan, membid'ahkan dan mensyirikkan, tidak akan menghukum mati orang yang berseberangan dengan orang yang seperti ini?

Golongan Pegiat Khilafah, Mimpi atau Nyata? Tebak saja sendiri!

0 Response to "Golongan Pegiat Khilafah, Mimpi atau Nyata?"

wdcfawqafwef